Lulusan S2 Kebijakan Publik Universitas Indonesia. Lahir di Sumbawa, 14 Maret 1989. Pemerhati Kebijakan Publik, Leadership, Marketing, dan Branding.

UKI KIFLI ©

Diberdayakan oleh Blogger.

Resume

Organization

1. PASKIBRAKA SMAN 1 Lunyuk 2006-2007 [Anggota]
2. Pramuka SMAN 1 Lunyuk 2006-2007 [Anggota]
3. OSIS SMAN 1 Lunyuk 2006-2007 [Kabid. Keagamaan]
4. KAMMI IKIP Mataram 2010-2011 [Staf Kaderisasi]
5. KAMMI Daerah NTB 2012 [Kadep Kaderisasi]
6. LDK An-Nuur IKIP Mataram 2010-2012 [Ketua Umum]
7. Parta PAS IKIP Mataram 2010-2011 [Bidang Informasi dan Data]
8. DPM IKIP Mataram 2010-2011 [Bidang Pendidikan]
9. IPMI Mataram 2010-2011 [Bidang Data dan Riset]
10. FAMILI SAMAWA 2010-2011 [Kabid. Kaderisasi]
11. FSLDK Bali-Nusra 2010-2011 [Bidang Isu dan Media]
12. Ketua Kelompok PPL-KKN Terpadu IKIP Mataram di SMKPPN Mataram 2011
13. Pusat Informasi Pare [PIP] 2013 [Ketua Umum]
14. IKPPML Mataram 2010-2011 [Kabid. Keagamaan]
15. FKPPME Desa Emang Lestari 2013-2015 [Penggagas dan Ketua Umum]

Education

Universitas Indonesia Jurusan Administrasi dan Kebijakan Publik |S2| - Jakarta
IKIP Mataram Jurusan Matematika |S1| - Nusa Tenggara Barat
SMAN 1 Lunyuk - Sumbawa
SMPN 2 Lunyuk - Sumbawa
SDN Emang Lestari, Lunyuk - Sumbawa

Portfolio

Perempuan-Perempuan Tangguh


Di sela-sela menyusun tugas akhir, kusempatkan diri tuk merangkai kata dengan harapan dapat memetik makna dan memberikan hikmah bagi sapapun yang membacanya. Untuk Istriku tercinta, tulisan ini kupersembahkan buatmu, calon Ibu untuk anak-anakku.

Pertama-tama…kuucapkan selamat atas kebahagiaanmu. Bahagia karena telah bertambahnya usia organisasi tempat dirimu ditempa, dididik, dan dibesarkan hingga menjadi perempuan tangguh. 49 tahun bendera organisasimu berkibar di negeri ini. 49 tahun organisasimu membina perempuan muda di negeri ini dari Sabang sampai Marauke. Dalam usia yang sudah tidak muda lagi, tak pernah mengenal lelah, tak pernah istirahat, dan takkan pernah berhenti bergerak sampai kapanpun hingga Pemilik alam semesta ini menghentikannya. Entah berapa banyak perempuan-perempuan hebat di negeri ini telah lahir dari Rahimnya. Sejarah telah mencatat perjuangannya. Sekali lagi kuucapkan, jayalah KOHATI, tetaplah berkontribusi dan menginspirasi negeri. Bahagialah Ibu pertiwi.

Untuk Ibu yang telah melahirkanmu di ujung timur pulau Sumbawa. Saat ini sedang berada di puncak tertinggi kabupaten Bima. Kuucapkan terima kasih atas ketabahannya yang luar biasa dalam mendidik dan membesarkanmu. Dengan penuh kesabaran, semangat, dan kerja kerasnya menyekolahkanmu hingga ke perguruan tinggi sampai akhirnya adindaku merasakan betapa manisnya sebuah kesuksesan. Telah gugur tanggung jawabnya untuk membinamu dan akhirnya tanggung jawab itu kini kuemban untuk hidup berdampingan denganmu, mengukir, merangkai dan menata masa depan kita bersama. Do’a selalu kupanjatkan, semoga Ibundaku, Ibu mertuaku nan jauh di sana tetap sehat, tetap kuat, tetap bahagia bersama cucu-cucunya dan selalu berada dalam lindungann-Nya. Aamiin.

Adindaku, orang bijak mengatakan, “Di balik pria agung, ada wanita agung di belakangnya”. Keberhasilan suatu negara dapat dilihat dari perempuannya. Jika ia baik, maka negara akan baik. Sebaliknya, jika ia rusak, maka akan rusak pula negara itu. Mengapa bisa demikian? Sebab, perempuan yang juga seorang Ibu, memiliki peran besar dalam membentuk watak, karakter, dan pengetahuan seseorang. Ibu adalah guru pertama sebelum si kecil berguru kepada siapapun yang terkenal hebat akan keilmuannya. Tidak ada guru yang lebih hebat melebihi Ibu. Maka, kecerdasan, keuletan, dan perangai sang Ibu adalah faktor dominan bagi masa depan anak.

Tulisan ini ingin mengajakmu adindaku untuk mengenang jejak perempuan-perempuan hebat yang pernah ada di dunia ini. Perempuan yang telah melahirkan generasi-generasi hebat. Perempuan yang telah tercatat namanya dengan tinta emas dalam lembaran sejarah dunia. Perempuan yang telah diabadikan namanya dalam Al-Qur’an, petunjuk hidup umat manusia. Dialah Maryam binti Imran. Perempuan terbaik yang pernah diciptakan oleh Allah SWT. Rarulullah SAW. menyebutkan bahwa Maryam merupakan golongan muslimah terbaik yang akan masuk syurga.

Sejak kecil ia sudah dekat dengan Allah SWT. Ia membiasakan dirinya untuk beribadah, bermunajat, dan do’a tidak pernah ia lupakan. Ketakwaannya sungguh begitu sempurna. Tak heran mukjizat diberikan kepadanya berupa makanan yang berasal langsung dari sisi Allah SWT (QS. Ali Imran: 37). Dari rahimnyalah lahir seorang Nabi yang mulia yaitu Nabi Isa as.

Adindaku, mungkin engkau juga pernah mendengar nama Siti Hajar. Perempuan yang begitu tabah dan sabar dalam menghadapi ujian dari Tuhannya. Saat ditinggal oleh suaminya, Ibrahim. Ia iklas melepas kepergian suaminya untuk menunaikan perintah Tuhannya. Setelah kepergian Ibrahim, ia kehabisan air di tanah yang gersang. Bayinya mulai kehausan dan lemas. Siti Hajar pun pergi untuk mencari air meninggalkan anaknya hingga ke puncak bukit Shafa. Di puncak bukit Shafa air tak kunjung didapatkan lalu ia mendatangi bukit Marwah sampai tujuh kali namun tetap saja nihil. Ia hanya bisa bersabar, tabah, dan terus berikhtiar. Akhirnya Allah SWT mengutus malaikat-Ntya untuk mengais-ngais tanah hingga memunculkan air. Mengetahui hal itu, Siti Hajar mendatangi air tersebut, mengisi bejananya dan menemui anaknya. Sunguh kuasa Tuhan untuk hambanya yang beriman.

Betapa beriman dan bertakwanya Siti Hajar. Kisahnya diabadikan oleh Allah SWT menjadi salah satu rukun yang wajib dilakukan dalam Ibadah Haji yaitu sa’i. Banyak hikmah yang terkandung dalam rukun sa’i, salah satunya memberi pelajaran bahwa dalam menjalani kehidupan ini diperlukan kesabaran yang bukan berarti diam. Dengan berlarinya Siti Hajar dari bukit Shafa dan Marwah merupakan bentuk usaha yang ditunjukkan oleh Siti Hajar melalui satu upaya keras yang dilakukan pada saat itu. Dari ramimnya lahir seorang Nabi yang begitu mulia. Dia Iimail as, seorang bayi yang kehausan dan lemas karena kekuarang air saat ditinggal oleh ayahnya, Ibrami as.

Adindaku, kisah selanjutnya adalah kisah Ibunda Imam Syafi’i. kisah yang tak kalah hebatnya. Berbeda halnya dengan Maryam binti Imran dan Siti Hajar. Perempuan satu ini adalah perempuan yang telah melahirkan seorang imam besar yang dikenang sejarah Islam hingga hari ini. Sebelum Imam Syafi’I lahir, Ibunya bermimpi melihat bintang keluar dari kandungannya. Bintang itu melambung ke angkasa, kemudian pecah menjadi beberapa bagian. Bintang itu jatuh ke suatu negeri dan menyinarinya. Menurut ahli mimpi kala itu, mimpi tersebut merupakan pertanda bahwa sang Ibu kelak akan melahirkan seorang bayi lelaki yang terkenal luas ilmunya.

Imam Syafi’i lahir dari keluarga yang tidak mampu. Saat lahir, ayahnya telah meninggal dunia. Tinggallah sang Ibu yang hidup dalam kemiskinan. Tetapi, miskin harta, tidak lantas membuatnya miskin orientasi hidup, pendidikan, dan miskin semangat. Ibunda Imam Syafi’i walau telah ditinggal mati suaminya, tak pernah kenal kata “seperti burung yang patah sebelah sayapnya”. Dia tetap tegar dalam sebuah tekad untuk menjaga amanah yang ditinggalkan suaminya. Tidak ada amanah harta, tetapi ada amanah anak. Ibunya yang miskin itu mulai menyusun rencana untuk pendidikan anaknya. Pertama, Imam Syafi’i harus belajar bahasa arab yang baik dari suku yang dikenal paling fasih dalam bahasa arab. Kedua, Imam Syafi’i harus duduk belajar dengan para ulama di Masjidil Haram Makkah. Ketiga, Imam Syafi’i harus belajar dari para ulama di luar Makkah terutama Madinah. Masya Allah, luar biasa tekad seorang Ibu miskin yang ditinggal wafat oleh suaminya. Azzamnya untuk menjadikan anaknya menjadi manusia hebat tak mampu dihalangi oleh kekuarang (harta) yang dimiliki. Buah dari cita-cita, impian dan kerja kerasnya membuat anaknya yaitu Imam Syafi’i menjadi imam umat Islam pada zamannya dan terkenal luas ilmunya.

Terakhir, kisah seorang Ibu yang paling simpatik kepada apa yang dirasakan oleh anaknya, sekalipun dalam hal yang kelihatannya sangat sepele bagi sebagian orang. Suatu ketika, umar Bin Abdul Aziz kecil menangis. Lantas ibundanya yaitu Ummu Ashim datang menghampiri dan menyapanya, “Apa yang membuatmu menangis wahai anakku?”

“Aku teringat kematian,” jawabnya. Sejenak dirinya terdiam lantas melanjutkan, “Dan, pada hari itu, al-qur’an telah dikumpulkan”. Seketika itu Ibunya ikut menangis mendengar perkataan putranya tersayang. Barangkali hal itu sangat sederhana, tapi cerinta itu sunggu sangatlah hebat. Tak ada anak sekecil Umar bin Abdul Aziz kala itu mampu mengajak larut ibunya untuk merenungi kematian hingga keduanya meneteskan air mata.

Umar bin Abdul Aziz merupakan pemimpin besar yang telah menghiasi dunia dengan sikap zuhud dan memenuhi setiap penjuru bumi dengan keadilannya. Nama besar yang tersemat pada diri Umar bin Abdul Aziz, pemimpin hebat yang kata Imam Syafi’i masuk dalam daftar nama Khulafaur Rasyidin kelima setelah Ali. Kehebatan Umar bin Abdul Aziz tentu tak akan bisa dilepaskan dari perjuangan sang Ibu yang setia menemaninya dalam suka dan duka. Kalau Umar bin Abdul Aziz hebat, tentu yang jauh lebih hebat adalah Ibunya yang melahirkan dan mendidiknya, Ummu Ashim.

Adindaku, setelah membaca keempat kisa perempuan hebat di atas semoga mampu memberikan hikmah dan menginspirasimu sebagai calon Ibu buat anak-anakku. Sejarah akan terus berputar. Sejarah akan tetap terulang. Hanya pelaku dan masanya yang berbeda. Jadilah pencetak sejarah, persiapkan dirimu untuk menjadi Ibu yang siap melahirkan generasi hebat. Siap membesarkan, membina, dan mendidik anak-anakmu untuk menjadi manusia luar biasa. Ingatlah…Lelaki hebat pasti ada perempuan hebat di belakangnya. Perempuan hebat tentunya akan melahirkan generasi-generasi hebat. Di akhri tulisan ini, kupanjatkan doa, ”Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami orang-orang yang bertaqwa. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah do’aku. Ya Tuhan kami, beri ampun aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat). Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesunggunya Engkau Maha Pendengar doa’. Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang shalih. [QS. Alfurqan: 74, Ibrahim: 40-41, Ali Imran: 38, dan al-Shaffat: 100] ///[UK]*
Category

1 komentar:

  1. Subhanallah...
    Luar biasa inspiratif.
    ditautkan ke blog atau akun sang calon istri mas Kifly, agar lebih memotivasi.

    BalasHapus

Popular Post

Comments

Videos

Formulir Kontak

♖Your Name :
✎Your Email *required
✉Your Message *required